- Back to Home »
- Film »
- Review dan Sinopsis : The Raid - Redemption
Posted by : Unknown
Kamis, 18 April 2013
Review and Sinopsis : The Raid - Redemption
by Ega Kusuma
The Raid, menceritakan tentang
kisah penyergapan sekelompok polisi ke sebuah apartemen markas mafia Narkoba. Kelompok
polisi tersebut beranggotakan 20 orang, terdiri atas satu orang Letnan, satu
orang Sersan, dan 18 prajurit. Apartemen yang mereka serang ini adalah sebuah
apartemen tak terurus di wilayah perkampungan kumuh dan diisi oleh para kriminal-kriminal
yang menyewa kamar pada sang bos Narkoba. Sang bos, bernama Tama, memiliki dua
orang kepercayaan, yaitu Mad Dog dan Andi.
Penyergapan dimulai. Pasukan
polisi masuk dan menangkap seluruh penghuni di lantai 1, 2, 3 dan 4
(penghuni-penghuni tersebut adalah kriminal). Di lantai 5 mereka ketahuan oleh
seorang anak kecil yang lantas melaporkan kehadiran polisi kepada Tama melalui
transmitter. Penyergapan kacau, Tama mengerahkan anak buahnya untuk menghabisi
pasukan polisi. Polisi yang berjaga di luar apartemen dihabisi oleh sniper. Polisi
yang menjaga tahanan di dalam kamar, dihabisi oleh tahanan tersebut.
Polisi-polisi lainnya terjebak di lantai 5 lalu diserang oleh kriminal lainnya.
Yang tersisa hidup hanyalah Letnan Wahyu, Sersan Jaka, Polisi Rama, Polisi Bowo
dan Polisi Dagu.
Rombongan polisi berpisah arah
yaitu (Wahyu, Jaka, Dagu) dan (Rama, Bowo). Sersan Jaka dibunuh oleh Mad Dog
dalam duel satu lawan satu. Letnan Wahyu dan Dagu berhasil mencapai ruangan
Tama di lantai 15 dan menyergapnya. Namun, Letnan Wahyu malah menembak kepala
Dagu dan menyandera Tama agar ia bisa keluar dari apartemen itu. Ia benar-benar
egosi dan mementingkan kepentingan sendiri. Bowo yang pincang karena tertembak,
ditempatkan di tempat yang aman. Sedangkan Rama, bertemu Andi (ternyata Rama
dan Andi adalah saudara kandung), lalu mereka adu kekuatan melawan Mad Dog.
Pertarungan Andi-Rama vs Mad Dog
sangat seru. Mad Dog sangat sulit dikalahkan walaupun dua lawan satu.
Berkali-kali dua bersaudara ini terdesak. Namun, pada akhirnya Mad Dog benar-benar
mati setelah lehernya digorok dengan pecahan kaca lampu neon oleh Rama.
Tama diseret turun ke lantai
bawah oleh Letnan Wahyu. Tama berucap bahwa penyergapan ini adalah perangkap
untuk membunuh Letnan Wahyu. Perangkap yang dirancang oleh atasan Wahyu di
kepolisian. Atasan-atasan Wahyu tersebut adalah orang-orang yang korup. Tama
membayar mereka sehingga sampai saat ini bisnis narkobanya tak pernah diganggu
kepolisian. Letnan Wahyu emosi. Ia menembak kepala Tama lalu mencoba bunuh diri
karena depresi. Namun gagal karena peluru habis. Rama dan Andi tiba disana dan
menyadari situasinya.
Akhirnya, Rama, Bowo, dan Letnan
Wahyu yang diikat (ia terbukti bersalah karena membunuh rekan sendiri, berjiwa
pengecut dan korup) berjalan keluar dari area apartemen dengan diantar oleh
Andi. Andi menolak ajakan Rama untuk pulang. Lalu ia kembali berjalan masuk ke
apartemen.
Ceritanya yang spektakuler. Scene pertarungan yang luar biasa.
Menampilkan adegan-adengan pencak silat. Hal-hal tersebut mengantarkan film ini
meraih berbagai penghargaan Internasional seperti The Cadillac People's Choice Midnight Madness Award, TIFF 2011 serta berhasil menduduki rank 11
pada Box Office USA tahun 2011.