Posted by : Unknown Minggu, 14 Desember 2014


Ghazwul Fikri terdiri dari dua suku kata yaitu Ghazwah dan Fikr. Ghazwah berarti serangan, serbuan atau invansi. Sedangkan Fikr berarti pemikiran. Jadi, menurut bahasa Ghazwul Fikri adalah serangan atau serbuan didalam qital (perang) atau Ghazwul Fikri secara bahasa diartikan sebagai invansi pemikiran.

Secara istilah, Ghazwul Fikri adalah penyerangan dengan berbagai cara terhadap pemikiran umat islam guna merubah apa yang ada didalamnya sehingga tidak lagi bisa mengeluarkan darinya hal – hal yang benar karena telah tercampur aduk dengan hal – hal yang tidak islami.
Ghazwul fikri dalam bahasa inggris disebut dengan brain washing, thought control, menticide, merujuk kepada suatu program yang dirancang dan dilaksanakan secara sistematis dan terstruktur oleh musuh – musuh islam untuk melakukan pendangkalan pemikiran dan cuci otak kepada kaum muslimin. Hal ini mereka lakukan agar kaum muslimin tunduk dan mengikuti cara hidup mereka sehingga melanggengkan kepentingan mereka untuk menjajah / mengeksploitasi sumber daya milik kaum muslimin. Juga untuk meracuni pikiran umat Islam agar jauh dari Islamnya, lalu akhirnya membenci Islam, dan pada tingkat akhir Islam diharapkan habis sampai ke akar-akarnya.
Ghazwul fikri  merupakan strategi perang selain perang fisik, face to face. Perang pemikiran ini berbeda dengan perang militer atau fisik. Ia lebih lunak, hemat waktu dan biaya bahkan lebih efektif dari perang fisik yang banyak menguras tenaga juga biaya yang tidak sedikit. Metode ini adalah penyempurnaan, alternatif, dan penggandaan cara peperangan dan penyerbuan terhadap dunia Islam.
Pada sejarahnya Ghazwul Fikri diawali oleh iblis. Ketika iblis berusaha untuk merayu Nabi Adam AS dan Hawa untuk memakah buah khuldi yang dilarang oleh Allah SWT. Kemudian berlanjut pada peristiwa pembunuhan pertama oleh Qabil, hingga timbulnya musuh-musuh Islam sekarang ini.
Paling tidak, ada ‘empat’ hal yang termasuk dalam program al-ghazwul-fikri. Pertama, Tasykik yakni gerakan yang berupaya menciptakan keraguan dan pendangkalan akidah kaum Muslimin terhadap agamanya. Misalnya, dengan terus-menerus menyerang (melecehkan) Al-Qur’an dan Hadits, melecehkan Nabi Muhammad Saw atau mengampanyekan bahwa hukum Islam tidak sesuai dengan tuntutan zaman.
Kedua, Tasywih yakni gerakan yang berupaya menghilangkan kebanggaan kaum Muslimin terhadap agamanya. Caranya, memberikan gambaran Islam secara buruk sehingga timbul rasa rendah diri di kalangan ummat Islam. Di sini, mereka melakukan pencintraan negatif tentang agama dan ummat Islam lewat media massa dan lain-lain, sehingga Islam terkesan menyeramkan, kejam, sadis, radikal dan lain sebagainya.
Ketiga, Tadzwib yakni pelarutan budaya dan pemikiran. Di sini, kaum kuffar dan munafiqin melakukan pencampuradukkan antara hak dan batil, antara ajaran Islam dan Kafir. Sehingga ummat Islam yang awam kebingungan mendapatkan pedoman hidupnya. Dan, keempat, Taghrib yakni “pembaratan” dunia Islam, mendorong ummat Islam agar menerima pemikiran dan budaya Barat, seperti sekularisme, pluralisme, nasionalisme dan lain sebagainya.
Keempat hal tersebut di atas, dirasakan atau tidak, kini telah banyak mempengaruhi ucap, sikap dan perilaku kaum Muslimin dalam meniti kehidupannya. Tidak sedikit, di antara saudara seiman kita yang terperdaya oleh program ini.
Dalam menghadapi Ghazwul Fikri ini, kita sebagai seorang muslim harus lebih meningkatkan iman kita kepada Allah SWT. Tingkatkan ibadah kita. Lebih peka, lebih aware terhadap hal-hal yang dicurigai akan menggerogoti iman kita. Berusaha untuk menjadi muslim yang lebih baik. Sembari saling mengingatkan saudara-saudari seiman kita tentang bahaya Ghazwul Fikri ini. Karena muslim ibarat tiang yang saling menopang satu sama lainnya.


Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © PSUGen 12 -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -