- Back to Home »
- Mahasiswa »
- Semangat Mahasiswa, Cinta Tanah Air, Kesejahteraan Bangsa dan Riset Indie
Posted by : Unknown
Senin, 30 Juni 2014
Puasa ke-2. Masih jauh dari rumah. Tapi tetap semangat. Ini ada sedikit materi kaderisasi universitas tahun lalu yang saya rasa masih cocok dengan kondisi sekarang. Cekidot >>
Mahasiswa, Semangat !! oleh Bapak Gita Wirjawan (Menteri Perdagangan
Republik Indonesia)
Menteri
Perdagangan RI yaitu bapak Gita Wirjawan menyampaikan beberapa hal tentang semangat
kemahasiswaan dan hal-hal yang berkaitan dengan topik tersebut pada sesi
pertama dalam seminar OSKM 2013. Semangat kemahasiswaan sangat kental atau erat
esensinya dengan kearifan local, itu kata beliau. Mahasiswa yang sekarang ini
menjadi cikal bakal pemimpin, harus menjadi pemimpin yang dibutuhkan bangsa
ini. Pemimpin yang dibutuhkan bangsa Indonesia ini adalah pemimpin yang
mengerti kepentingan rakyat. Pemimpin yang bisa melakukan pembangunan tanpa
mengabaikan adat istiadat dan keberagaman budaya di Indonesia. Pemimpin yang
mampu memajukan potensi daerah, aktif, inisiatif, dan mau memperbudak dirinya
demi kepentingan rakyat.
Saat ini
Indonesia terjebak dalam middle income traps , dan cara untuk keluar
dari hal tersebut adalah dengan berbudaya. Kita harus menyadari bahwa semakin
terjadinya penanaman modal di luar Jawa, maka semakin bisa kita
menyatukan bangsa ini dan melakukan pemerataan ekonomi di seluruh
daaerah. Pemahaman kepiawaian teknologi untuk industri sangat berpengaruh untuk kesejahteraan,
dan perlu dimulai dari hilirisasi. Sebagai contoh, Negara Korea, yang berawal
dari reformasi agrariah kemudian melakukan diversifikasi sampai akhirnya sampai
pada kemajuan tekonologi modern.
Bangsa
Indonesia bisa maju, bangkit, dan sukses bila mengedepankan pluralisme,
stabilitas politik dan ekonomi, integrasi global, demokrasi, pemerataan, dan
memperkaya budaya. Namun, tanpa kapasitas untuk membangkitkan moral bangsa,
pembangunan Indonesia yang maksimal takkan terjadi. Budaya bangga berbangsa
sangat diperlukan, namun kenapa kita tidak bisa? Karena kita kurang memperkaya
budaya kita. Kita harus berpikir secara global, bagaimana agar bisa bersaing
dengan negara-negara lain seperti contohnya Thailand
Dalam
pidatonya, bapak Gita Wirjawan mengatakan bahwa beliau berharap Indonesia bisa
menambah nilai bagi kemajuan bangsa dan dunia. Sekali lagi, yang bangsa ini
perlukan adalah seorang pemimpin yang bisa menjawab tantangan, kental dengan
sebagaimana responsive dengan permintaan rakyat, nasionalis namun juga internasionalis,
kreatif, terampil, berteknologi, menjunjung kearifan local, dan semangat
kebudayaan.
Tanah Air yang Wajib Dicintai oleh Indra Hidayat (anggota WANADRI)
Indonesia
adalah Negara yang kaya. Kaya, kaya sekali. Kekayaan Indonesia tak akan habis sampai
beribu-ribu generasi. Kita saja entah generasi keberapa. Bangsa yang memiliki lebih
dari 17.000 pulau ini memiliki berbagai macam kekayaan dan keindahan alam, baik
di darat maupun di laut. Hal-hal tersebut menyebabkan Indonesia sangat rawan
dalam hal bencana alam, keseragaman budaya, dan pemerataan.
Tapi di sisi
lain, ada banyak keuntungan yang bisa kita ambil dari keadaan tersebut, bila
kita memiliki kreatifitas, akal sehat, dan kemanusiaan. Bila kita kreatif maka
kita akan bisa terus mengeksplorisasi potensi-potensi yang berasal dari bumi
Indonesia ini dan menghasilkan karya-karya baru. Dan dibutuhkan juga akal sehat
dan rasa kemanusiaan agar kreatifitas tersebut tidak disalahgunakan namun
dipakai untuk pembangunan dan kemajuan bangsa. Maka dari itu dari sekarang kita
harus sadar diri, sadar lingkungan, dan sadar tujuan. Dan jangan lupa untuk
terus bersinergi dan berkolaborasi agar dapat menyatukan lebih dari 17.000
pulau yang ada demi kemajuan Indonesia.
Alumni ITB untuk Kemandirian dan Kesejahteraan Bangsa oleh Ibu Tri
Mumpuni
Pembicara
ketiga dalam Seminar OSKM 2013 adalah Ibu Tri Mumpuni yang menyampaikan
beberapa hal yang menyadarkan kita tentang kemandirian dan kesejahteraan
bangsa. Beliau mengatakan bahwa kita harus memiliki pengetahuan/logika dan juga
perasaan/empati. Kita harus punya paradigma yang benar tentang Indonesia.
Pengertian
ekonomi dan apa yang benar-benar terjadi saat ini adalah semakin meningkatnya
pertumbuhan, maka ekonomi akan semakin meningkat. Hal tersebut kurang benar
bila dipakai untuk kesejahteraan bangsa karena tidak manusiawi. Yang benar
adalah kita menggunakan pengertian dari kewirausahaan sosial yaitu setiap orang
adalah unik, maka setiap orang akan melakukan apa yang disukainya dengan
sebaik-baiknya sehingga dapat memajukan ekonomi. Kita benar-benar perlu
memperbaiki paradigma kita dan itulah yang akan menjadi kekuatan kita.
Kewirausahaan sosial meliputi hal-hal berikut:
-. Pelurusan visi pembangunan
-. Perubahan paradigma investasi
-. Pembatasan pertumbuhan usaha
Kita perlu
sadar akan keadaan bangsa Indonesia sekarang ini. Kita harus turun langsung dan
merangkul setiap penduduk di daerah-daerah terpencil agar mereka juga bisa
merasakan kesejahteraan di Indonesia.
Riset Indie oleh Seterhen Akbar Surya Dinata (Bray Saska) :D
Pembicara
terakhir dari Seminar OSKM 2013 adalah kak Saska yang merupakan alumni dari
ITB. Ia merupakan salah satu pendiri dari Riset Indie. Riset Indie merupakan
suatu komunitas yang melakukan penelitian-penelitian dan proyek-proyek yang beragam
dan kemudian digunakan sebagai sarana untuk menyadarkan dan mensejahterakan
masyarakat. Beberapa proyek penelitian mereka adalah antara lain Project Alinea
dan Angkot Day.
Selain
menceritakan tentang komunitas yang dibuatnya, Kak Saska juga membagikan
pengalaman hidup dan beberapa nasihat yang cukup menyadarkan kami semua. Ia
mengatakan bahwa sesuatu yang besar itu dimulai dari hal yang kecil, mulailah
dari membuka mata dan telinga kita terhadap keadaan di luar kampus, keadaan di
masyarakat sekitar. Jangan hanya merasa puas atas prestasi yang di dapat di
dalam kampus atau fokus dengan kampus, tapi keluarlah, perhatikan sekitar, ada
banyak masalah-masalah kecil yang tidak disadari oleh banyak orang namun
sebenarnya sangat mengganggu dan bila diselesaikan akan tercipta suatu keadaan
yang lebih sejahtera. Ka Saska juga mengatakan bahwa setiap kita harus
mempunyai suatu nilai yang bisa kita tinggalkan setelah kita meninggal kelak.
Suatu nilai yang berguna bagi banyak orang bahkan seluruh rakyat Indonesia.
Jadi, buka mata, buka telinga, lihat sekitar, dan jadilah dampak bagi bangsa
dan dunia. Selamat berjuang ITB 2013!!