Posted by : Unknown Kamis, 31 Juli 2014



Semua definisi dalam artikel ini diambil berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia. Identitas adalah ciri-ciri atau keadaan khusus seseorang; jati diri. Jadi identitas mahasiswa adalah ciri pembeda yang menjadi jati diri seorang mahasiswa. Identitas mahasiswa mencakup tiga hal pokok yaitu posisi, potensi dan peran. Identitas ini muncul berdasarkan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, serta pengadian masyarakat. 


Tri Dharma Perguruan Tinggi merupakan salat satu visi dari setiap perguruan tinggi dan menjadi sebuah tujuan yang harus dicapai oleh perguruan tinggi tersebut. Tri Dharma Perguruan Tinggi pertama dicapai dengan kegiatan akademik di kampus (kuliah) dan non-akademik ( organisasi / unit kegiatan mahasiswa / paguyuban / komunitas kampus ). Tri Dharma Perguruan Tinggi kedua dicapai dengan berbagai observasi dan penemuan yang dilakukan baik oleh mahasiswa maupun dosen. Tri Dharma Perguruan Tinggi ketiga dicapai dengan kegiatan yang terjun langsung ke dalam masyarakat seperti gotong royong membersihkan kelurahan, pembangunan fasilitas air desa tertinggal, mahasiswa mengajar, dan sebagainya.

POSISI
Posisi adalah letak; kedudukan orang atau suatu lembaga. Posisi mahasiswa adalah sebagai masyarakat sipil terpelajar yang menjadi penerus bangsa dan terjun menyelesaikan permasalahan nasional. Masyarakat sipil adalah golongan masyarakat yang membangun bangsa dan negara tanpa mendapatkan keuntungan berupa kekuasaan ataupun harta benda / materi. Masyarakat sipil merupakan golongan masyarakat mayoritas dalam suatu negara. Mahasiswa merupakan golongan masyarkat sipil yang terpelajar sehingga memiliki tanggung jawab lebih dalam pembangunan. Posisi ini sangat strategis untuk menetukan arah gerak suatu bangsa / negara.

POTENSI
Potensi adalah kemampuan yang mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan; kekuatan; kesanggupan; daya. Potensi mahasiswa secara umum mencakup tiga hal utama yaitu softskill, hardskill, dan idealisme. Softskill adalah kemampuan interpersonal untuk berkomunikasi / bersosialisasi / bekerjasama dengan orang lain. Softskill ini mencakup semangat, kritis, independen, dan kemudahan jaringan. Contoh nyata semangat mahasiswa dapat dilihat ketika mereka melakukan berbagai kegiatan baik akademik maupun non-akademik. Selalu ada antusiasme dalam berbagai kegiatan tersebut. Keingintahuan dan keinginan untuk maju. Kekritisan mahasiswa dapat dilihat pada berbagai kajian yang dilakukan terhadap berbagai permasalahan bangsa, dialog dengan pejabat-pejabat pemerintah, hingga kegiatan demonstrasi. Mahasiswa tidak mudah menerima begitu saja suatu pandangan / keputusan / kebijakan, mereka selalu berusaha mencari tahu kenapa begini dan kenapa begitu. Aksi yang dilakukan mahasiswa Institut Teknologi Bandung baru-bari ini berupa penolakan politisasi kampus merupakan salah satu bentuk betapa kritisnya mahasiswa. Independen adalah suatu kondisi dimana orang / lembaga tidak dipengaruhi / diintervensi / dicampuri keputusannya oleh orang / lembaga lain. Mahasiswa adalah masyarakat yang independen. Setiap keputusan yang diambil / dijalankan oleh mahasiswa merupakan hasil kajian / diskusi internal mereka. Contoh nyatanya adalah saat aksi penolakan politisasi kampus di ITB, pihak KM-ITB tetap berpegang teguh pada sikapnya untuk mengadakan aksi, tidak bisa ditegur / dihalangi oleh pihak Rektorat maupun alumni ITB. Mahasiswa memiliki potensi kemudahan jaringan karena mereka terdiri dari berbagai latar belakang daerah dan kelas yang berbeda namun tetap memiliki semangat yang sama sehingga akan cukup mudah menyatukan perbedaan dan membangun koneksi, contoh nyata nya adalah seorang mahasiswa ITB pasti punya kenalan di berbagai jurusan / fakultas yang ada di ITB.

Hardskill adalah kemampuan mempelajari dan menganalisis dalam bidang keilmuan masing-masing. Hardskill mencakup kritis, multidisiplin, dan keahlian berbasis keilmuan. Untuk benar-benar memahami suatu ilmu mahasiswa benar-benar harus kritis. Contoh nyatanya adalah mahasiswa aktif bertanya pada dosen saat kuliah. Multidisiplin adalah suatu hal dimana mahasiswa mempelajari banyak hal yang berbeda sehingga ia memiliki banyak kemampuan. Contohnya adalah mahasiswa teknik di ITB mengambil mata kuliah bisnis dan seni.  Keahlian yang dimiliki oleh mahasiswa tentu berbasis pada keilmuan yang ia pelajari. Contohnya adalah seorang mahasiswa Geodesi akan memiliki kemampuan pemetaan saat ia lulus.

Idealisme adalah pandangan atau kebenaran ilmiah yang objektif dan faktual, berpatokan pada kondisi yang diinginkan / dicita-citakan. Mahasiswa adalah golongan yang idealis, berpatokan pada kondisi ideal, pada kondisi yang mereka harapkan, kondisi yang harus terjadi. Contoh kecilnya adalah masalah tepat waktu. Dalam berbagai forum mahasiswa sangat ditekankan betapa forum on time adalah hal yang sangat penting agar forum dapat cepat dimulai sehingga efektif dan efisien dalam penggunaan tenaga, waktu dan biaya.


PERAN
Peran adalah perangkat tingkah yg diharapkan dimiliki oleh orang yang berkedudukan dalam masyarakat. Secara umum mahasiswa memiliki empat peran yaitu agent of change, guardian of value, role model, dan iron stock. Mahasiswa sebagai agent of change maksudnya adalah bahwa mahasiswa adalah pihak yang dominan membawa perubahan bagi kehidupan suatu bangsa. Hal ini berkaitan erat istilah agent of control, yaitu pihak yang ikut mengawasi jalannya kehidupan berbangsa dan bernegara. Mahasiswa Indonesia telah melakukan fungsi ini dengan baik di tahun 1998 saat reformasi dilakukan. Mahasiswa lah yang mendorong terjadinya reformasi dengan cara merobohkan Orde Baru.

Mahasiswa sebagai guardian of value maksudnya adalah bahwa mahasiswa adalah penjaga nilai-nilai yang
dimilki oleh bangsanya. Baik nilai moral, adat, budaya, agama, dan sebagainya. Menjaga nilai-nilai dilakukan dengan cara menurunkan nilai-nilai tersebut kepada mahasiswa baru, kepada masyarakat sekitar, dengan tujuan agar nilai tersebut tidak hilang / punah begitu saja. Contohnya adalah dengan kegiatan kaderisasi di dalam kampus, seperti OSKM-ITB, Kaderisasi Wilayah, PLO dan sebagainya.

Mahasiswa sebagai role model maksudnya adalah bahwa mahasiswa merupakan tauladan bagi masyarakat di sekitarnya. Sesuai dengan posisinya sebagai masyarakat sipil terpelajar, segala bentuk tindakan yang diambil oleh mahasiswa merupakan tindakan yang akan menginspirasi masyarakat di sekitar mereka. Misalnya dalam suatu pertemuan dengan pemuka masyarakat, mahasiswa hadir tepat waktu. Maka tindakan ini akan memacu pihak-pihak lain untuk tepat waktu pula di kesempatan berikutnya.

Mahasiswa sebagai iron stock maksudnya adalah bahwa mahasiswa merupakan persediaan generasi unggul penerus bangsa yang akan menentukan nasib bangsa ke depannya. Peran ini berkaitan dengan kekuatan moral bangsa, dimana jika iron stock nya bagus maka kekuatan moral bangsa akan meningkat, dan sebaliknya. Karena dengan kualitas mahasiswa yang bagus, dapat dipastikan bahwa masa depan bangsa akan bergerak ke arah yang cerah. Contohnya adalah saat ini Indonesia memiliki banyak sarjana-sarjana aeronotika dan astronotika maka dalam beberapa tahun ke depan industri strategis penerbangan Indonesia diprediksi akan bangkit dan menunjukkan taring nya di mata dunia.

Di era globalisasi dan reformasi ini tindakan yang dilakukan mahasiswa dalam menjalankan posisi, mengembangkan potensi dan melaksanakan perannya sudah sedikit berbeda. Mahasiswa sekarang sudah jarang turun ke jalan melaksanakan demonstrasi menentang pemerintah. Tindakan-tindakan mahasiswa sekarang sudah semakin cerdas, intelek dan bervariasi melalui berbagai media-media social, pers, kegiatan sosial dan sebagainya.


Untuk Tuhan, Bangsa, dan Almamater

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © PSUGen 12 -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -